kisah seorang Teman Lama

seorang teman merajuk tersendu duduk memeluk lutut di bawah pohon besar yang basah terguyur hujan sore ini.
bercerita tentang keadaan yang tidak mendukungnya dan seorang harapan yang ingin dicapainya.
"aku buruk, tidak cantik, tidak pintar, dan aku ragu bisa mendapatkannya."
aku pun menyadari ia yang tidak tinggi dan berpostur ideal. air mata mengalir perlahan di pipi suramnya. suram karena terik matahari ditambah dengan keadaan buruknya.
"ia baik, sempurna, aku ragu mendapatkannya. tapi aku begitu sakit untuk melupakannya."
aku mengerti perasaannya, mirip sepertiku. sulit untuk dikatakan.
"aku ingin jadi cantik, seperti wanita lainnya, ideal. tapi bagaimana bisa? di pun seperti enggan melihatku. aku takut membuatnya marah atau membenciku. aku ingin membencinya. tapi justru hatiku yang tak kunjung baik."
hatiku berdesir. aku berharap bisa membantunya, tapi yang ada aku ikut larut dalam keadaan tak berujung ini.
aku pergi meninggalkannya sendirian di bawah hujan.
aku dan dia basah di tempat yang berbeda.
maaf, kawan, aku tidak baik dalam menghibur orang, karena bahkan diriku saja tak bisa kuhibur.