Situasi
yang seperti ini..
Aku berjalan menyusuri koridor sekolah, yang katanya terbaik se kotaku. Aku bangga, karena aku salah satu siswanya. Setelah sekian lamanya, nampak seorang kawan berjalan menghampiri. Aku lihat lihat dan lihat. Ia tinggi semampai dengan seragam panjang berbalut kerudung. Biasa, tapi terlihat apik di badannya. Cantik, dia yang beralis tebal, tinggi. Kamu normal, tidak gemuk, tidak kurus, tidak pendek, tidak pula ketinggian.
"Heh! Ngopo?!"
Awal pembicaraan yang aneh, tanpa kata 'hahaha', ketemu salam kek, senyum atau apalah. Kamu tahu? Suaramu yang terkadang terdengar miris di hati. Suara yang dengan gaya bentakan, bernada malas, namun erat melekat di hati. Rindu mendengar sapaan itu di taman sekolah dahulu.
Suatu ketika, kawan ini bertanya, "Kamu sebel puya temen kaya aku?"
Dan detik itu juga, yang terbesit di benak adalah, "Ini anak dapet masalah kayaknya."
Dan tebakanku benar, kawan ini, cepat atau lambat akan menanyakan ketidakberesan dirinya.
Kamu
cantik, bukankah cewek golongan darah B cantik semua ya? *sibak rambut*
Kamu
perhatian, tapi terkadang terlihat aneh kalo kamu mengungkapkannya secara
langsung. Biasanya kamu lebih memilih seperti membentak, tapi itu tandamu
peduli kan?
Kamu
menyakitkan. Terkadang, dalam suasana yang tidak mendukung jawaban singkat
bukanlah hal yang tepat. Tapi itu keunikanmu, dan itu yang biasanya
dirindukan.
Kamu
baik, sampai-sampai kamu meminta orang untuk telepon sekedar bertanya kabar
atau menceritakan hal-hal konyol seperti soal percintaan. Setidaknya cinta itu
tidak seburuk bulu ketek. Dan pulsa tidak semurah berlian.
Kamu
takut kucing.
Kamu
cuek kayak bebek.
Tapi
kamu lebih mirip bekicot. Kalkulator atau pentium 1. (kalau marah poin berikutnya terbukti)
Kamu
pemarah, aku baru sekali marahan sama teman, apalagi dia teman baik, sampai
berminggu-minggu. Bikin bete-nya seperti saat kamu nginjek tai sapi. You know me so well lah..
Apalagi
kalau badmood, suasana jadi berubah total. Sebagai teman, aku bilang nih, kalo
badmood ati-ati kalo ngomong, bisa 'nylekit' lho!
Kamu
yang bikin aku trauma kena marah temen kalo ga bales sms. (-..-)
Kamu
ngangenin. Heits! Aku masih normal berow! Ini masalah persahabatan dan kamera
dan es krim dan pizza dan mall dan rekaman dan lagu-lagu dan coretan tangan
dan facial dan fashionista dan kue ulang taun dan tepung dan helm dan jalan
slamet riyadi dan bali apapun yang pernah terjadi di antara kucing-kucing.
Kamu
sahabat yang menyenangkan.
Kamu
sahabat Boo dan Bee. [ini poin penting, paling penting!!]
Kamu
kamu kamu kamu kamu kamu kamu kamu kamu..... Piiiiiiiiiiiiiiiiiip!!!! *kuota habis* kamu tau kan aku orangnya ga
pinter menilai orang lain.
Hampir setahun aku
meninggalkan bangku sekolah. Niatnya banyak untuk bisa berkumpul lagi. Masalah
satu demi satu menghampiri, bahkan bergerombol menyerang dari berbagai sisi.
Tapi, bukankah setidaknya kita telah hidup 19 tahun + +.
(-_____________-) *jangan ketawa*
Soal sifat,
perilaku, kepribadian, itu hak masing-masing orang. Entah ia gendut, pendek,
jutek, ramah, bete-an, sampai cuek bebek doer, kawan ini tetap Afiah Nur Aini
yang aku kenal, yang pernah nemenin nangis bareng dan berbagi hal lainnya.
Bukankah salah satu guru (yang aku paksa) pernah bilang, "You're special,
Afiah!"
So,
posting ini aku buat emang sengaja nelat, biar kamu nggak napsu ngebacanya.
Biar mood kamu dan aku normal. Jadi
mikirnya bisa objektif (meski masih banyakan subjektifnya).


