si Idealis, si Hiperbolis

debu mulai tertata satu per satu di atas lembaran ini
idealis, kamu idealis
idealis akut, penyakitmu
hiperbolis, aku hiperbolis
hiperbolis akut, penyakitku
aku dan kamu, begini dan begitu
berjuta perbedaan, beribu kesalahan
semua ada takarannya
tapi
bukannya perbedaan itu bagus
seperti kantung-kantung yang mulai terbentuk di mata sang insomniak
sebagai bukti bagaimana kita telah berusaha keras
seperti tulang-tulang yang mulai retak
menahan panas hujannya sang alam
seperti ucapmu kala dulu
"mencintai bukanlah untuk menjadi sama, tapi bagaimana perbedaan itu menjadi suatu keistimewaan"