:: Dewa
Aku tidak berharap
dapat surat. Kalau berharap mungkinakan seperti tahun lalu, pulang dengan
tangan hampa, hahaha. Tapi fani datang dengan sebuah amplop di tangan kanannya.
"Buat kamu,
Mad. Akhirnya dapat surat juga kan?"
Aku tersenyum
menerima surat ini. Aku duduk dan membacanya. Rumi, anak itu bernama Rumi.
Tadi
pagi hujan turun di Jogja sampai siang dan aku menikmatinya
Berlindung
payung di bawah guyuran hujan melompati kubangan air jalanan
Mengambil
satu napas dalam untuk merasakan hangatnya aroma hujan pagi dan segarnya bau
tanah yang basah
Mengucap
permohonan di depan pintu keluar sebelum langkah pertama hari ini
Mengamati
pohon-pohon yang basah dan daun-daun yang bergerak halus karena angin
Angin
yang dingin untuk hari sepagi ini
Dingin
yang melebihi dinginnya air es
Dingin
yang diam-diam menyelinap di hati
Hujan
membawa berkah dari Tuhan
Namun,
hujan juga menghantarkan rasa rindu dari berbagai perindu
Menghapuskan
segala keresahan akan seseorang yang jauh
Jauh
nun jauh tak terjangkau
Sedangkan
aku (masih) selalu menyukai hujan
Lantunan
nada mengalir melalui headset ke telinga menuju hati
Lagi-lagi
ini tentang hati
Karena
hujan selalu bisa membuat hatiku bernyanyi
Aku
bernyanyi di bawah hujan
Vanilla
twilight dan kamu, aku ingat itu
Rumi