Truth or Dare

repost to Baa

kita masih main truth or dare kan? sekarang hp soak-mu menunjuku. aku sebal karena modemku nggak bisa dipakai. aku tambah sebal karena keypad space di keyboard warnet ini nggak lancar, bisa kau bayangkan seberapa sulitnya menulis dengan tanpa spasi?

ya, aku sudah baca postingmu.
dan ya, aku menangis. aku di warnet dan aku meneteskan airmata di sini. kamu boleh bilang kalau Boo memang cengeng. tampilan luar aja yang oke, dalemnya?
hmmmm
thanks a lot, kawan. kamu baik sekali masih mau memaafkan aku. tapi waktu itu, waktu dahulu, waktu kamu mengirim berjuta sms atau misscall tanpa aku membalasnya, itu bukan karena aku lupa. bukan, sayang, bukan lupa padamu maupun dia.
aku hanya merasa kacau. kacau akan suasana kampus yang menyebalkan, kacau akan suasana rumah yang tidak seperti dahulu, kacau akan liburan yang sama sekali tidak menyenangkan. bahkan saat itu aku akan lebih memilih libur dengan menangis di mall bersama kamu kamu tanpa malu ada berjuta orang yang melihat, dari pada harus berkondisi seperti itu.
jangan tanya kenapa! alasan ada banyak, tapi mengatakannya bukanlah hal yang mudah.
sekali lagi, bukan karena aku lupa padamu maupun dia. aku hanya berusaha mengatasi rindu dan menata hati yang ternyata selama sebulan pun belum bisa dikatakan baik-baik saja.

kemudian masalah datang lagi, seperti yang kamu tahu, aku langsung mencoba baik-baik saja. sampai aku mendengar suaranya, dan bertemu denganmu, kawan, saudara, sahabat lama yang tetap terasa baru bagiku.

jangan suruh aku membaca postingmu lagi, karena aku malas menangis lagi.
:')