Salah Siapa, Miris?

ketika tersenyum telah menjadi hal tersulit untuk dilakukan
dan terdiam di satu titik dimana kau menikmati tiap tetes air mata
segala beban mulai tertarik untuk mengelus elus pundakmu
sedangkan memory melintas satu per satu 
esa,
kau sendiri menikmati sepi senyapnya keadaan
dan mosi mosi berteriak pekak di telinga merahmu
sayangnya, kau selalu sulit untuk berkata 'tidak'
'ya ya ya' 'oke' 'baiklah' terlalu menyakitkan

dan ketika hatimu telah penuh sesak
kau selalu terdiam memaksa senyum brotowali untuk massa
waktu hanya mengacuhkanmu
dan ketika itu 
kau hanya bisa menyalahkan dirimu
membanting barang berharga kesayanganmu
lalu mengambilnya lagi untuk mengucap kata
'maaf'
salah siapa, miris?