a letter to Da


Masalah cinta memang tidak akan pernah habis
Seakan akan membuntuti setiap derap bayangan mu di senja hari
Di satu sisi kamu dicintai oleh seseorang yang tidak kamu cintai
Di sisi lain kamu mencintai orang yang tidak boleh kamu cintai

Segalanya bermula dengan biasa saja. Hingga tanpa sadar perasaan canda itu berubah menjadi kagum, dan berlanjut dengan sesuatu yang disebut hati yang jatuh. Jatuh ke sebuah tangkupan rasa yang tak karuan.
Kamu sadar bahwa dia juga sadar ini hal yang salah. Cukup tahu, kata yang tepat dan menyakitkan. Hentikan semua ini, atau kau akan terpuruk sendiri di kehampaan.
Hujan masih berlanjut membasahi kaca jendela kamar. Angin masih bertiup sedingin biasanya. Dan lagit mendung sekelam rasamu.
Dan sekarang, setiap kamu melihatnya, setiap kamu mendengar namanya, kamu hanya bisa memalingkan wajah, menutup mata, menghembuskan napas, dan menyimpan perih sendiri.

Hatimu teriris.
Seperti sakitnya luka yang tergarami.
Hatimu ngilu.
Menganga tanpa kehangatan.

Dalam diam, kamu memujanya dan mencelanya dan kembali memujanya.
Kamu tidak bisa terus mencelanya, karena kamu memujanya secara berlebihan.
Salahmu sendiri, itu salahmu sendiri. 

-stay strong-